Skip to main content

ATLI Resmi Bergabung dalam MSC Improvement Program 2025 dan Peroleh Dukungan OSF

Asosiasi Tuna Longline Indonesia (ATLI) resmi bergabung dalam MSC Improvement Program pada awal tahun 2025 dan menjadi perikanan ke-8 di Indonesia yang menjalani proses perbaikan perikanan dalam kerangka Marine Stewardship Council (MSC). Tonggak penting ini diperkuat dengan diperolehnya dukungan pendanaan dari Ocean Stewardship Fund (OSF) untuk mempercepat upaya peningkatan keberlanjutan perikanan tuna longline Indonesia.

ATLI menggelar Pertemuan Koordinasi Program Perbaikan Perikanan Tuna Longline Indonesia yang bertempat di Sekretariat ATLI, Pelabuhan Benoa, Bali pada Kamis 15 Mei 2025. Kegiatan ini menandai momentum strategis dalam upaya Indonesia mendorong praktik perikanan berkelanjutan yang diakui secara global. 

Pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pemerintah daerah, lembaga riset, perguruan tinggi, serta organisasi pendamping seperti MSC, Sustainable Fisheries Partnership, dan LINI ini menjadi forum penting untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan. Salah satu agenda utama adalah penyerahan simbolik pendanaan dari OSF kepada ATLI oleh MSC Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan implementasi perbaikan perikanan menuju keberlanjutan. 

MSC Improvement Program merupakan kerangka perbaikan perikanan yang dikembangkan oleh MSC untuk mendukung perikanan dalam meningkatkan praktik pengelolaan dan operasionalnya secara bertahap agar selaras dengan Standar Perikanan MSC. Program ini menekankan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan, tata kelola yang kuat, serta kolaborasi multipihak untuk memastikan keberlanjutan stok ikan, perlindungan ekosistem laut, dan pengelolaan perikanan yang bertanggung jawab.

OSF merupakan inisiatif global dari MSC yang bertujuan mendukung transisi perikanan menuju standar keberlanjutan MSC. Dalam konteks Indonesia, dana ini sangat penting untuk memperkuat kapasitas pemangku kepentingan lokal dalam meningkatkan tata kelola perikanan, termasuk penguatan pemantauan, pengumpulan data ilmiah, serta pengelolaan sumber daya ikan yang berbasis ekosistem dan bukti ilmiah. 

Tahun ini, satu perikanan dan dua mahasiswa pascasarjana dari Indonesia menerima pendanaan. Perikanan tuna longline yang beroperasi di bawah naungan ATLI di Samudera Hindia menerima dukungan dana untuk proyek peningkatan program observer guna memperkuat pemantauan dan keberlanjutan perikanan tuna dan ikan pedang Indonesia.

“Dukungan OSF ini menjadi katalisator dalam perjalanan perbaikan perikanan Tuna Longline Indonesia menuju sertifikasi MSC. Komitmen ini tidak hanya meningkatkan daya saing ekspor produk tuna nasional, tetapi juga berkontribusi terhadap kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha lokal,” ujar Ketua ATLI dalam sambutannya.

Pertemuan koordinasi ini juga menjadi wadah refleksi atas capaian FIP serta diskusi langkah strategis ke depan, termasuk sinkronisasi kebijakan dengan pemerintah pusat dan daerah. ATLI menyampaikan perkembangan kegiatan FIP yang selama ini difokuskan pada peningkatan praktik penangkapan, pencatatan logbook, observer independen, serta aspek legalitas dan keterlacakan (traceability).

Dalam pertemuan, Direktur Program MSC Indonesia, Hirmen Syofyanto, menyampaikan bahwa keberhasilan perikanan Indonesia menuju keberlanjutan tidak dapat dicapai tanpa kolaborasi:

“Melalui pendanaan Ocean Stewardship Fund, kami ingin mendorong transformasi sistemik dalam tata kelola perikanan. Dukungan ini mencerminkan komitmen MSC untuk bekerja bersama pelaku industri seperti ATLI dalam mempercepat proses perbaikan perikanan agar sesuai dengan standar internasional."

Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan DJPT-KKP, Syahril Abd. Raup, dalam arahannya menyampaikan bahwa FIP menjadi instrumen penting dalam mendukung agenda nasional perikanan berkelanjutan, sebagaimana tertuang dalam kebijakan KKP dan prioritas pembangunan ekonomi biru. 

Melalui forum ini, ATLI juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi jangka panjang dalam mendukung cita-cita perikanan tuna Indonesia yang bertanggung jawab dan lestari. Dengan pendekatan inklusif dan berbasis data, diharapkan tuna longline Indonesia dapat memenuhi standar internasional serta memberikan dampak nyata bagi ekosistem dan komunitas pesisir.

Kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh MSC Indonesia. Komitmen MSC dalam mendukung MSC Improvement Program melalui Ocean Stewardship Fund menjadi bukti nyata kerja sama internasional dalam mengakselerasi transformasi perikanan menuju keberlanjutan.