Skip to main content

Hari Laut Sedunia 2026: Konsumen Punya Peran Penting Menjaga Masa Depan Perikanan

Jakarta, 9 Juni 2026 – Meskipun 70 persen permukaan bumi adalah laut dan menjadi sumber pangan bagi miliaran orang di seluruh dunia, masih banyak masyarakat yang memiliki pemahaman yang keliru mengenai laut dan bagaimana sumber daya perikanan dapat dikelola secara berkelanjutan.

Temuan tersebut terungkap dalam survei global yang diinisiasi oleh Marine Stewardship Council (MSC) dan dilakukan oleh lembaga riset independen GlobeScan terhadap lebih dari 31.000 responden di 23 negara. Survei menunjukkan bahwa hampir satu dari lima orang (19%) tidak mengetahui bahwa bumi lebih banyak ditutupi oleh laut dibandingkan daratan. Sementara itu, lebih dari sepertiga responden (34%) tidak menyadari bahwa di beberapa lokasi, kedalaman laut melebihi ketinggian Gunung Everest.

Survei juga menemukan bahwa meskipun sebagian besar masyarakat memahami bahwa penangkapan ikan berlebih (overfishing) merupakan tantangan global yang semakin meningkat, masih banyak yang belum mengetahui bahwa stok ikan dapat pulih ketika dikelola dengan baik. Sebanyak 35 persen responden percaya bahwa populasi ikan tidak akan pernah pulih dari penangkapan berlebih, sementara 26 persen lainnya mengaku tidak yakin.

Temuan ini dirilis bertepatan dengan Hari Laut Sedunia (World Oceans Day) yang diperingati setiap tanggal 8 Juni, dan menyoroti pentingnya meningkatkan literasi masyarakat mengenai laut serta berbagai solusi yang tersedia untuk menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan.

Laporan terbaru MSC bertajuk Fishing for the Future menunjukkan bahwa pemulihan stok ikan bukan sekadar kemungkinan, melainkan telah terjadi di berbagai belahan dunia ketika pengelolaan berbasis sains diterapkan secara konsisten. Salah satu contohnya adalah perikanan sarden Iberia yang dikelola bersama oleh nelayan Portugal dan Spanyol. Melalui penerapan rencana pengelolaan yang efektif, populasi sarden pada 2025 tercatat hampir empat kali lebih besar dibandingkan satu dekade sebelumnya.

Contoh lainnya adalah tuna sirip biru Atlantik Timur yang sempat berada di ambang keruntuhan pada akhir abad ke-20. Berkat penerapan langkah-langkah pengelolaan dan komitmen jangka panjang dari berbagai negara, stok tuna tersebut kini telah pulih ke tingkat tertingginya sejak tahun 1960-an.

Survei yang sama juga menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap kondisi laut. Sebanyak 86 persen responden menyatakan khawatir terhadap kesehatan laut, dengan perubahan iklim, polusi, dan penurunan populasi ikan menjadi isu yang paling banyak dikhawatirkan.

Rupert Howes, Chief Executive MSC, mengatakan bahwa pengalaman MSC bekerja sama dengan berbagai perikanan di seluruh dunia menunjukkan bahwa masa depan laut masih dapat dijaga melalui kolaborasi dan pengelolaan yang tepat.

"Kerja sama kami dengan berbagai perikanan di seluruh dunia menunjukkan bahwa meskipun tantangan yang dihadapi sangat besar, pemulihan tetap mungkin terjadi. Dengan pengelolaan berbasis sains, kolaborasi yang kuat, dan komitmen jangka panjang, sumber daya laut dapat dikelola secara berkelanjutan. Ini adalah pesan harapan yang perlu lebih banyak didengar dan ditindaklanjuti," ujar Howes.

Meningkatkan Kesadaran Konsumen di Indonesia

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia sekaligus salah satu produsen perikanan global, Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan laut dan keberlanjutan sumber daya perikanan. Namun, keberhasilan upaya tersebut tidak hanya bergantung pada nelayan, pemerintah, dan industri, melainkan juga pada kesadaran konsumen.

MSC Indonesia meyakini bahwa konsumen memiliki kekuatan untuk mendorong perubahan positif melalui pilihan produk yang mereka beli dan konsumsi setiap hari. Semakin banyak masyarakat yang memilih seafood yang berasal dari sumber yang bertanggung jawab, semakin besar pula dorongan bagi rantai pasok perikanan untuk menerapkan praktik yang berkelanjutan.

Sejalan dengan semangat Hari Laut Sedunia, MSC Indonesia berkolaborasi dengan berbagai mitra untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hubungan antara pilihan konsumsi dan kesehatan laut.

Pada 6 Juni 2026, MSC Indonesia bekerja sama dengan Ranch Market menyelenggarakan kegiatan Tuna Cutting Show yang mengajak konsumen mengenal lebih dekat tuna Indonesia, manfaat kesehatannya, serta pentingnya memilih seafood yang berasal dari sumber yang dikelola secara bertanggung jawab. Kegiatan tersebut juga memperkenalkan produk tuna berlabel MSC yang tersedia di Ranch Market melalui brand PINISEA.

Selanjutnya, pada 9 Juni 2026, MSC Indonesia bekerja sama dengan IKEA Food Indonesia menggelar sesi talkshow dan cooking demonstration di IKEA Alam Sutera. Kegiatan tersebut mengajak pelanggan, media, dan key opinion leaders untuk memahami lebih jauh mengenai seafood berkelanjutan serta bagaimana keputusan konsumsi sehari-hari dapat berkontribusi pada kesehatan laut.

Usmawati Anggita, Senior Commercial Communications Officer MSC Indonesia, mengatakan bahwa konsumen memiliki peran yang semakin penting dalam mendorong keberlanjutan sektor perikanan.

"Setiap produk seafood memiliki cerita di baliknya. Ketika konsumen memilih produk seafood berlabel MSC, mereka turut mendukung perikanan yang telah memenuhi standar keberlanjutan yang ketat untuk menjaga kesehatan stok ikan, meminimalkan dampak terhadap ekosistem laut, serta memastikan sumber daya tersebut tetap tersedia bagi generasi mendatang."

Ia menambahkan bahwa meningkatnya ketersediaan produk seafood berkelanjutan di Indonesia menunjukkan bahwa semakin banyak pelaku usaha yang merespons kebutuhan konsumen terhadap produk yang lebih bertanggung jawab.

"Hari Laut Sedunia menjadi pengingat bahwa menjaga laut bukan hanya tanggung jawab mereka yang bekerja di laut. Konsumen juga memiliki peran penting. Melalui pilihan yang kita buat setiap hari, kita dapat menjadi bagian dari solusi untuk menjaga keberlanjutan sumber daya laut Indonesia," tambahnya.

Melalui momentum Hari Laut Sedunia 2026, MSC Indonesia berharap semakin banyak masyarakat memahami bahwa laut yang sehat dan produktif membutuhkan dukungan dari semua pihak. Dengan meningkatnya kesadaran konsumen, praktik perikanan yang bertanggung jawab dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat pesisir, serta generasi mendatang.

 

// SELESAI //

Catatan untuk Editor

Marine Stewardship Council (MSC) adalah organisasi nirlaba internasional yang menetapkan standar berbasis sains yang diakui secara global untuk penangkapan ikan berkelanjutan dan rantai pasokan makanan laut. Perikanan yang mewakili 20% tangkapan laut alam dunia terlibat dalam program sertifikasinya. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi msc.org/id atau halaman media sosial kami.

Tentang World Oceans Day

Diperingati setiap tanggal 8 Juni, World Oceans Day merupakan momentum global untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya laut bagi kehidupan manusia serta mendorong berbagai aksi nyata untuk menjaga kesehatan dan keberlanjutan ekosistem laut di seluruh dunia.