Marine Stewardship Council (MSC) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengelolaan perikanan berkelanjutan di tingkat global melalui penyelenggaraan workshop internasional mengenai pengelolaan perikanan gurita berkelanjutan di Málaga, Spanyol, pada 12–14 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di Oceanographic Center of the Spanish Institute of Oceanography/Instituto Español de Oceanografía (IEO-CSIC) ini mempertemukan para peneliti, pemerintah, pengelola perikanan, NGO, hingga sektor industri dari berbagai negara untuk berbagi pengetahuan dan praktik terbaik dalam pengelolaan perikanan gurita.
Workshop yang diselenggarakan MSC bersama IEO-CSIC dan didukung pendanaan dari Ocean Stewardship Fund ini menjadi forum penting untuk membahas tantangan pengelolaan spesies gurita yang memiliki karakteristik biologis unik sebagai spesies berumur pendek (short-lived species). Selama tiga hari, peserta terlibat dalam sesi presentasi, diskusi kelompok, serta pertukaran studi kasus terkait stock assessment, sistem pemantauan, model tata kelola, hingga pengembangan Strategi Tangkap atau Harvest Strategy.
Indonesia menjadi salah satu negara yang mendapat perhatian dalam forum ini dengan hadirnya tiga perwakilan ahli yang aktif dalam pengelolaan dan penelitian perikanan gurita nasional, yaitu Dr. Soraya Gigantika, dosen Universitas Mataram sekaligus Ketua Forum Ilmiah Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan Provinsi Nusa Tenggara Barat; Dr. Duranta D. Kembaren dari Badan Riset dan Inovasi Nasional; serta Faridz Fachri, praktisi NGO dan MSC Technical Consultant yang terlibat dalam berbagai inisiatif perbaikan perikanan gurita di Indonesia.
Keterlibatan Indonesia dalam workshop ini dinilai penting karena perikanan gurita sebelumnya telah menjadi salah satu prioritas dalam program Perbaikan Perikanan atau Fisheries Improvement Project yang didukung MSC di Indonesia. Berbagai inisiatif pengelolaan gurita berbasis masyarakat, penguatan tata kelola, hingga penyusunan Rencana Pengelolaan Perikanan Gurita telah dijalankan di sejumlah wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya mendorong keberlanjutan perikanan skala kecil.
Program Director MSC Indonesia mengatakan bahwa partisipasi ahli Indonesia dalam workshop ini menunjukkan keberlanjutan komitmen Indonesia dalam memperkuat pengelolaan perikanan gurita secara ilmiah dan kolaboratif.
Hirmen Syofyanto, Program Direktur MSC di Indonesia menyampaikan:
“Perikanan gurita menjadi salah satu sektor penting bagi nelayan skala kecil di Indonesia. Kehadiran para ahli Indonesia di forum global ini menunjukkan bahwa pengalaman dan pembelajaran dari Indonesia juga relevan untuk dibagikan ke tingkat internasional. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat memperkuat kapasitas pengelolaan perikanan gurita yang berkelanjutan, berbasis data, dan melibatkan masyarakat.”
Perikanan gurita di Indonesia sendiri masih menghadapi sejumlah tantangan tata kelola. Beberapa isu utama yang menjadi perhatian antara lain keterbatasan data ilmiah terkait stok gurita, belum optimalnya sistem pendataan hasil tangkapan, minimnya pengaturan ukuran layak tangkap, serta perlunya penguatan kelembagaan dan keterlibatan nelayan dalam pengambilan keputusan pengelolaan.
Dalam draft Rencana Pengelolaan Perikanan Gurita Nasional, pemerintah dan para pemangku kepentingan juga telah mengidentifikasi indikasi degradasi stok gurita, khususnya untuk spesies Octopus cyanea di beberapa Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia. Selain itu, keterbatasan informasi ilmiah mengenai habitat, siklus hidup, dan data penangkapan menjadi tantangan yang perlu segera diatasi agar pengelolaan perikanan gurita dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Berbagai penelitian di Indonesia juga menunjukkan bahwa pengelolaan perikanan gurita masih membutuhkan penguatan dalam aspek monitoring, pengumpulan data hasil tangkapan, hingga perlindungan habitat seperti terumbu karang dan lamun yang menjadi ekosistem penting bagi gurita.
Salah satu peserta dari Indonesia, menyampaikan bahwa workshop ini menjadi kesempatan penting untuk mempertemukan pengalaman lokal Indonesia dengan praktik internasional yang telah diterapkan di berbagai negara.
Duranta D. Kembaren, Peneliti BRIN yang menjadi peserta menyampaikan saat workshop:
“Indonesia memiliki banyak pembelajaran menarik terkait pengelolaan gurita berbasis masyarakat. Di sisi lain, kami juga dapat belajar mengenai pendekatan stock assessment, monitoring, dan tata kelola dari negara lain yang dapat disesuaikan dengan konteks perikanan skala kecil di Indonesia.”
Melalui workshop ini, para peserta juga diharapkan dapat menyusun dokumen panduan bersama yang mendukung pengambilan keputusan dalam pengelolaan perikanan gurita secara global. Bagi Indonesia, hasil diskusi dan pembelajaran dari forum internasional ini diharapkan dapat berkontribusi pada penguatan kebijakan dan implementasi pengelolaan perikanan gurita yang lebih adaptif, transparan, dan berkelanjutan di masa mendatang.
MSC percaya bahwa kolaborasi lintas negara, ilmuwan, pemerintah, pelaku industri, NGO, dan komunitas nelayan menjadi kunci dalam memastikan keberlanjutan sumber daya laut dunia, termasuk perikanan gurita yang semakin memiliki nilai ekonomi penting di pasar global.
- SELESAI -
Catatan untuk Editor:
Untuk pertanyaan media silakan hubungi:
Usmawati Anggita, Senior Commercial Communication Officer, MSC
[email protected]
Marine Stewardship Council (MSC) adalah organisasi nirlaba internasional yang menetapkan standar berbasis sains yang diakui secara global untuk penangkapan ikan berkelanjutan dan rantai pasokan makanan laut. Program sertifikasi dan ekolabel MSC mengakui dan menghargai praktik penangkapan ikan yang berkelanjutan serta membantu membangun pasar makanan laut yang lebih berkelanjutan. Ini adalah satu-satunya program sertifikasi dan ekolabel perikanan tangkap alam yang memenuhi persyaratan praktik terbaik yang ditetapkan oleh United Nations Food and Agriculture Organization (UNFAO)dan ISEAL, asosiasi keanggotaan global untuk standar keberlanjutan. Informasi lebih lanjut kunjungi msc.org/id