Marine Stewardship Council (MSC) Indonesia terus memperluas jangkauan programnya di wilayah barat Indonesia melalui kolaborasi strategis dengan Universitas Syiah Kuala (USK). Upaya ini diwujudkan dalam kegiatan guest lecture dan workshop bertajuk “Pendekatan Ekolabel dalam Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan di Indonesia dan Global” yang diselenggarakan bersama Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) USK.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 21 April 2026 di Aula FKP USK ini menghadirkan dua narasumber dari MSC Indonesia, yaitu Hirmen Syofyanto (Direktur Program) dan Anthony Alvin (Fishery Manager Indonesia & Southeast Asia). Workshop ini terbuka untuk umum dan juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Prodi PSP USK, memungkinkan partisipasi yang lebih luas dari berbagai kalangan.
Sebagai bagian dari komitmen MSC untuk mendorong praktik perikanan berkelanjutan, kegiatan ini menyoroti peran pendekatan ekolabel dalam memastikan keberlanjutan sumber daya laut, sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam rantai pasok perikanan global. Materi yang disampaikan mencakup prinsip-prinsip utama standar MSC, dinamika pasar global untuk produk perikanan berkelanjutan, serta peluang dan tantangan implementasinya di Indonesia.
Kehadiran MSC di Aceh menjadi langkah strategis dalam memperluas dampak program di wilayah yang memiliki potensi perikanan yang besar. Melalui pendekatan kolaboratif dengan institusi pendidikan, MSC tidak hanya memperkenalkan konsep keberlanjutan kepada generasi muda, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan kapasitas mahasiswa sebagai calon pemimpin sektor kelautan dan perikanan di masa depan.
Direktur Program MSC di Indonesia, Hirmen Syofyanto menyampaikan dalam sesinya:
“Aceh memiliki potensi sumber daya perikanan yang besar, kolaborasi dengan Universitas Syiah Kuala merupakan bagian dari upaya kami untuk memperkuat pemahaman mengenai praktik perikanan berkelanjutan sejak di bangku kuliah. Mahasiswa memiliki peran penting sebagai aktor penting perubahan dalam mendorong transformasi sektor perikanan di Indonesia.”
Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada peserta, sesi workshop juga mengulas mengenai standar yang dikembangkan oleh MSC sebagai salah satu acuan global dalam pengelolaan perikanan tangkap berkelanjutan. Standar ini menekankan tiga prinsip utama, yakni keberlanjutan stok ikan, perlindungan terhadap ekosistem laut, serta efektivitas tata kelola perikanan, yang secara keseluruhan bertujuan memastikan praktik penangkapan ikan dilakukan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Selain memperkaya wawasan akademik, kegiatan ini juga membuka ruang dialog antara praktisi dan mahasiswa, sehingga tercipta pertukaran perspektif yang konstruktif. Diskusi interaktif yang berlangsung selama sesi workshop menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta dalam memahami implementasi ekolabel serta relevansinya terhadap konteks lokal di Aceh.
Wakil Dekan FKP Universitas Syiah Kuala, Prof. Nur Fadli menyampaikan dalam dialog:
“Kolaborasi dengan MSC ini juga sejalan dengan komitmen kami dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya Sustainable Development Goal 14 (SDG 14) yang berfokus pada pelestarian dan pemanfaatan berkelanjutan sumber daya laut. Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep perikanan berkelanjutan, tetapi juga mampu berkontribusi nyata dalam menjaga ekosistem laut, khususnya di wilayah Aceh.”
Program MSC telah berjalan di Indonesia sejak 2019 melalui berbagai program, termasuk pendampingan perbaikan perikanan atau Fisheries Improvement Program, penguatan kapasitas pemangku kepentingan dan pengembangan pasar dalam negeri untuk mendorong praktik perikanan yang lebih berkelanjutan.
Melalui inisiatif ini, MSC Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jangkauan program, termasuk di wilayah Aceh, sebagai bagian dari strategi nasional dalam mendukung pengelolaan perikanan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dari kolaborasi yang lebih luas antara MSC dan pemangku kepentingan di daerah, termasuk akademisi, pemerintah, dan pelaku industri.
- SELESAI -
Catatan untuk Editor:
Untuk pertanyaan media silakan hubungi: Usmawati Anggita, Senior Commercial Communication Officer, MSC [email protected]